setiap nafas yang berhembus, aku hanya bisa berucap syukur.
betapa tidak, Sang Rabbi masih memberiku kesempatan untuk bernafas,
merasakan keindahan dunia dan alam seisinya.
meski terkadang aku pun pernah protes dengan keadaan hidupku.
mungkin karna bodohnya aku
seharusnya aku bisa melihat
betapa masih jauh lebih beruntungnya aku
masih bisa hidup seperti ini
sedangkan dibawah kolong jembatan masih ada
sosok-sosok yang kekurangan,....
Ya Rabbi, maafkan hamba-Mu ini
yang masih sangat bodoh
setiap hembusan nafasku yang kini
aku tersadar betapa berartinya sedetik waktu di dunia ini
betapa sangat sayangnya aku terhadap orang-orang yang peduli
dengan aku dan hidupku..
keluargaku, teman-temanku, sanak saudaraku.....
singkat rasanya
jika mengingat masa itu
masa yang akan datang
kaca kehidupan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya
keadaan yang akan tiba
aku,
sungguh berharap
agar aku tak akan menyesal nantinya.
hanya ittu........
kaca kehidupan ...
mencerminkan bagaimana sulitnya hidup ini
betapa tidak,
perjuanganku dari semasa aku lahir,
belum cukup sampai disini.
aku berjuang untuk tetap hidup
berjuang untuk dapat menggapai sebuah impian dan harapan
berjuang untuk mencoba berguna
sebuah pengorbanan waktu,
pengorbanan tenaga
pengorbanan jiwa dan harta
betapa tidak menyedihkan
melihat kerasnya dunia ini
bertahan hidup
menggapai mimpi dan harapan..
hmm.. hanya satu keyakinan
sebuah pengorbanan tidak akan pernah sia-sia
semua akan indah pada waktunya
dan Sang Rabbi Illahi,
kuatkanlah tekad kami...
